Biographie de Bilal ibn Rabah

Accueil > Biographies des savants > Bilal ibn Rabah

Diperbarui pada 07 Oktober 2026 pukul 08.56

Biographie complète de Bilal ibn Rabah

Aku berkata : putranya Amr dihitung termasuk para sahabat ; demikian pula ayahnya pantas dihitung termasuk para sahabat : ia memeluk islam, sebagaimana telah kami sebutkan ; tetapi tidak sampai kepada kami bahwa ia berhijrah, dan ia tidak melihat Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam.

No. 76 : Bilal bin Rabah, radhiyallahu 'anhu.

Mawla Abu Bakar ash-Shiddiq.

Ibunya adalah Hamamah.

Beliau adalah muadzin Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam.

Termasuk generasi terawal yang disiksa karena Allah ; beliau mengikuti Badar ; Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersaksi bahwa beliau termasuk yang dipanggil ke surga, dan hadis beliau terdapat dalam kitab-kitab.

Para perawi dari Bilal bin Rabah

Yang meriwayatkan dari beliau : Ibnu Umar, Abu Utsman an-Nahdi, al-Aswad, Abdurrahman bin Abi Laila, dan sekelompok orang.

Keutamaan beliau banyak : al-hafizh Ibnu Asakir telah menghimpunnya secara lengkap.

Beliau hidup tujuh puluh tahun.

Dikatakan : beliau orang Habasyah.

Dikatakan : dari para mawla penduduk Hijaz.

Tentang wafatnya terdapat beberapa pendapat, di antaranya : beliau wafat di Darayya, pada tahun dua puluh.

Asim : dari Zirr, dari Abdullah :

Islamnya Bilal bin Rabah

Orang-orang pertama yang memperlihatkan islamnya ada tujuh : Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, dan Abu Bakar, dan Ammar, dan ibunya Sumayyah, dan Bilal, dan Shuhaib, dan al-Miqdad.

Adapun Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, dan Abu Bakar : Allah melindungi keduanya dengan kabilahnya.

Adapun yang lain, kaum musyrik menangkap mereka ;

mereka memakaikan mereka baju besi besi, membentangkan mereka di bawah matahari ; tidak ada satu pun dari mereka yang tidak menyerah kepada yang mereka kehendaki, kecuali Bilal : ia menganggap dirinya tidak bernilai demi Allah, dan ia menjadi tidak bernilai di hadapan kaumnya ; mereka memberikannya kepada anak-anak budak : mereka terus membawanya berputar di lembah-lembah Makkah, sementara ia berkata : Ahad, Ahad (Esa, Esa).

Padanya ada sanad lain yang shahih.

Abu Hayyan at-Taimi : dari Abu Zur'ah, dari Abu Hurairah :

Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda kepada Bilal pada shalat Shubuh : "Ceritakanlah kepadaku amal yang paling kauharapkan yang telah kaukerjakan dalam islam : aku mendengar malam ini gemeretak sandalmu di hadapanku di dalam surga."

Beliau berkata : "Aku tidak pernah mengerjakan amal yang lebih akuharapkan daripada ini : aku tidak pernah berwudhu sempurna, pada waktu malam atau siang, kecuali aku shalat kepada Rabbku apa yang telah difardhukan atasku untuk dishalat."

Husain bin Waqid : Ibnu Buraidah meriwayatkan kepada kami : aku mendengar ayahku berkata :

Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bangun pagi dan memanggil Bilal, lalu bersabda : "Dengan apa engkau mendahuluiku menuju surga ? Aku tidak pernah masuk surga kecuali aku mendengar gemeretakmu di hadapanku : aku masuk surga kemarin, dan aku mendengar gemeretakmu di hadapanku ; aku tiba di sebuah istana emas, dan aku bertanya : siapa pemiliknya ?

Dijawab : milik Umar."

Bilal berkata : "Aku tidak pernah mengumandangkan adzan kecuali aku shalat dua rakaat, dan tidak pernah mengenai aku hadats kecuali aku berwudhu ; dan aku melihat bahwa Allah memiliki (hak) dua rakaat atasku : aku shalat keduanya dengan ruku' (lama)."

Beliau bersabda : "Dengan keduanya itulah."

Hammad bin Salamah : dari Tsabit :

Dari Anas, secara mauquf : "Aku masuk surga dan mendengar suara gemeretak.

Aku bertanya : apa itu ?

Dikatakan : Bilal."

Umarah bin Zadhan : dari Tsabit, dari Anas :

Bahwa Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : "Para pendahulu ada empat : aku pendahulu orang Arab, Salman pendahulu orang Persia, Bilal pendahulu orang Habasyah, Shuhaib pendahulu orang Rom."

Al-Mas'udi : dari al-Qasim bin Abdurrahman, yang berkata :

Orang pertama yang mengumandangkan adzan adalah Bilal.

Ibnu al-Munkadir : dari Jabir : Umar berkata :

"Abu Bakar adalah pemimpin kami, ia memerdekakan Bilal, pemimpin kami."

Umar bin Hamzah : dari Salim :

Bahwa seorang penyair memuji Bilal bin Abdullah bin Umar, dan berkata :

"Dan Bilal, hamba Allah, adalah sebaik-baik Bilal [...]"

Ibnu Umar berkata : "Engkau berdusta ; tetapi sebaliknya : Bilal, hamba Rasulullah, adalah sebaik-baik Bilal."

Dan dalam hadis Amr bin Abasah : aku berkata : "Siapa yang mengikutimu ?"

Beliau bersabda : "Seorang merdeka dan seorang hamba."

Di hadapan beliau terdapat : Abu Bakar dan Bilal.

Tentang kunyah Bilal terdapat tiga pendapat : Abu Abd al-Karim, Abu Abdullah dan Abu Amr.

Al-hafizh Abu al-Qasim meriwayatkan ketiganya.

Ia berkata : yang meriwayatkan dari beliau : Abu Bakar, Umar, Usamah bin Zaid, Ibnu Umar, Ka'b bin Ujrah, as-Sunabihi, al-Aswad, Abu Idris al-Khaulani, Sa'id bin al-Musayyab, Ibnu Abi Laila, al-Hakam bin Mina dan Abu Utsman an-Nahdi.

Ayyub bin Sayyar, salah seorang yang sesat, berkata : dari Muhammad bin al-Munkadir, dari Jabir, dari Abu Bakar, dari Bilal :

Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : "Bangunlah pada Shubuh : ia memiliki pahala terbesar."

Muhammad bin Sa'ad berkata : Bilal bin Abdullah termasuk para mawla ash-Sharath ; ibunya Hamamah termasuk hamba sahaya Bani Jumah.

Al-Bukhari berkata : Bilal adalah saudara Khalid dan Ghufrah, muadzin Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam ; beliau wafat di Syam. Dan ia menyebutkan ketiga kunyah itu.

Atha al-Khurasoni berkata : aku berada di sisi Ibnu al-Musayyib, yang menyebutkan Bilal dan berkata :

"Beliau kokoh dalam agamanya, dan beliau disiksa karena Allah ; beliau bertemu Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, yang bersabda : seandainya ada sesuatu milik kami, niscaya kami membeli Bilal."

Abu Bakar berjumpa al-Abbas dan berkata : "Belikanlah aku Bilal."

Al-Abbas membelinya dan mengirimkannya kepada Abu Bakar, yang memerdekakannya.

Muhammad bin Khalid at-Thahhan : ayahku mengabarkan, dari Dawud, dari asy-Sya'bi, yang berkata :

Tuan-tuan Bilal membentangkannya di atas perut, menindihnya, dan berkata : "Agamamu adalah al-Lat dan al-'Uzza."

Bilal berkata : "Rabbku adalah Allah, Esa, Esa ; dan jika aku mengetahui ucapan yang lebih menyakitimu daripada ini, niscaya aku mengatakannya."

Abu Bakar melewati mereka ; mereka berkata : "Belilah saudaramu seagamamu."

Ia membelinya dengan empat puluh uqiyah dan memerdekakannya.

Mereka berkata : "Seandainya ia hanya puas dengan satu uqiyah, niscaya kami menjualnya kepadanya."

Ia berkata : "Demi Allah, seandainya kalian tidak mau kecuali dengan sekian dan sekian", untuk sesuatu yang banyak, "niscaya aku membelinya."

Dan dalam sirah : Abu Bakar membelinya dari Umayyah bin Khalaf dengan seorang budak hitam musyrik.

Hisyam bin Urwah : dari ayahnya, yang berkata :

Warqah bin Naufal melewati Bilal ketika ia disiksa karena islam, punggungnya menempel pada bebatuan, sementara ia berkata : Esa, Esa.

Warqah berkata : "Wahai Bilal, bersabarlah ! Demi Dzat yang menggenggam jiwaku di tangan-Nya, jika kalian membunuhnya, aku akan menjadikan kuburnya tempat ziarah."

Riwayat ini mursal, dan Warqah tidak hidup hingga masa itu.

Hisyam : dari Ibnu Sirin :

Bahwa ketika tuan-tuan Bilal menguasai islamnya, mereka membentangkannya di bawah matahari, menyiksanya, dan mulai berkata : "Tuhanmu adalah al-Lat dan al-'Uzza."

Dan ia berkata : "Esa, Esa."

Hal itu sampai kepada Abu Bakar, yang datang kepada mereka dan berkata : "Mengapa kalian membunuhnya ? Ia tidak menaatimu."

Mereka berkata : "Belilah ia."

Ia membelinya dengan tujuh uqiyah dan memerdekakannya.

Dan ia mengabarkannya kepada Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, yang bersabda : "Engkau telah menjadikanku sekutu, wahai Abu Bakar."

Abu Bakar berkata : "Aku telah memerdekakannya."

Ibnu 'Uyainah : dari Ismail, dari Qais, yang berkata :

Abu Bakar membeli Bilal ketika ia tenggelam dalam bebatuan, dengan lima uqiyah emas.

Mereka berkata : "Seandainya engkau hanya puas dengan satu uqiyah, niscaya kami menjualnya kepadamu."

Ia berkata : "Seandainya kalian tidak mau kecuali dengan seratus uqiyah, niscaya aku mengambilnya."

Sanadnya kuat.

Isra'il : dari al-Miqdam bin Syuraib, dari ayahnya, dari Sa'ad, yang berkata :

Kami berenam bersama Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam.

Kaum musyrik berkata : "Usirlah mereka dari rumahmu, agar mereka tidak memberanikan diri terhadap kami."

Ada aku, Ibnu Mas'ud, Bilal, seorang lelaki dari Hudail dan dua orang lainnya.

Allah lalu menurunkan : "Dan janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya...", kedua ayat surah al-An'am : 52, 53.

Ibnu 'Ulayyah : dari Yunus, dari al-Hasan :

Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : "Bilal adalah pendahulu orang Habasyah."

Aisyah berkata : ketika Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba di Madinah, Abu Bakar dan Bilal terserang demam ; Abu Bakar, ketika demamnya kambuh, berkata :

Setiap lelaki pada pagi hari berada di tengah keluarganya
Dan maut lebih dekat daripada tali sandalnya

Dan Bilal, ketika demamnya pergi, mengangkat jarinya dan berkata :

Andai aku tahu apakah aku akan melewati satu malam
Di lembah yang di sekelilingku terdapat idzkhir dan jalil
Dan andai suatu hari aku kembali melihat air-air Majannah
Dan andai diperlihatkan kepadaku Sya'mah dan Tafil
Ya Allah, laknatlah Utbah, Syaibah dan Umayyah bin Khalaf,
Sebagaimana mereka mengeluarkan kami dari tanah kami ke tanah wabah

Al-Hasan bin Shalih : dari Abu Rabi'ah, dari al-Hasan, dari Anas : Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : "Surga penuh kerinduan kepada tiga orang : Ali, Ammar dan Bilal."

Abu Rabi'ah, Umar bin Rabi'ah al-Iyadi, lemah.

Hushaim bin Miskin : dari Qatadah, dari al-Qasim bin Rabi'ah :

Dari Zaid bin Arqam, yang bersambung kepada Nabi : "Alangkah baiknya Bilal, pemimpin para muadzin pada hari Kiamat ; dan para muadzin, pada hari Kiamat, adalah manusia yang paling leher panjangnya."

Padanya ada jalur-jalur lemah lainnya.

Dan diriwayatkan dengan sanad lemah, termasuk mursal Katsir bin Murrah : "Bilal akan dibawa menunggangi untu betina dari unta-unta betina surga, dan ia menungganginya."

Ibnu al-Mubarak : dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir :

Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : "Pemimpin-pemimpin orang kulit hitam : Luqman, Najasyi, Bilal dan Mihja'."

Muawiyah bin Shalih meriwayatkannya, dari al-Auza'i, secara terpotong.

Hisyam bin Urwah : dari ayahnya, yang berkata :

Adzan Bilal bin Rabah

Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, memerintahkan Bilal, saat penaklukan, untuk mengumandangkan adzan di atas Ka'bah.

Ibnu Sa'ad berkata : Ismail bin Abi Uwais meriwayatkan kepada kami ; Abdurrahman bin Sa'ad bin Ammar al-Muadzin meriwayatkan ; sepupuku Abdullah bin Muhammad menceritakan kepadaku, bersama Ammar bin Hafsh dan saudaranya Umar, dari ayah-ayah mereka, dari kakek-kakek mereka :

Bahwa Najasyi mengirimkan tiga ekor kambing betina muda kepada Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam ; beliau memberikan seekor kepada Ali, seekor kepada Umar, dan menahan seekor ; Bilal membawanya di hadapan beliau pada kedua hari raya hingga tiba ke tempat shalat, menyembelihnya di hadapan beliau, dan beliau shalat menghadapnya ; kemudian beliau membawanya di hadapan Abu Bakar ; kemudian Sa'ad al-Qaraz membawanya di hadapan Umar dan Utsman.

Mereka berkata : dan ketika Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, wafat, Bilal datang, hendak berjihad, kepada Abu Bakar ash-Shiddiq, dan berkata kepadanya :

"Wahai pengganti Rasulullah ! Aku mendengar Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda : sebaik-baik amal mukmin adalah jihad di jalan Allah."

Abu Bakar berkata : "Apa yang engkau inginkan, wahai Bilal ?"

Beliau berkata : "Aku hendak menetap di garis depan di jalan Allah hingga mati."

Abu Bakar berkata : "Aku berwasiat kepadamu dengan Allah, wahai Bilal, dengan kesucianku dan hakku : engkau telah tua, lemah, dan ajalku semakin dekat."

Beliau tinggal bersamanya hingga wafatnya.

Kemudian Umar datang, dan beliau menolaknya ; Bilal tidak mau,

dan Umar berkata : "Kepada siapa engkau lihat aku menitipkan adzan ?"

Beliau berkata : "Kepada Sa'ad : ia pernah mengumandangkan adzan untuk Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam."

Umar menitipkannya kepada Sa'ad dan keturunannya.

Hammad bin Salamah : dari Ali bin Zaid, dari Sa'id bin al-Musayyib :

Ketika Abu Bakar duduk di atas mimbar pada hari Jumat, Bilal berkata kepadanya : "Apakah engkau memerdekakanku karena Allah atau untuk dirimu sendiri ?"

Abu Bakar berkata : "Karena Allah."

Beliau berkata : "Kalau begitu izinkanlah aku berangkat berperang."

Ia mengizinkannya ; beliau berangkat ke Syam dan wafat di sana.

Muhammad bin Nashr al-Marwazi : Ahmad bin Abdurrahman al-Qurasyi meriwayatkan kepada kami ; al-Walid bin Muslim meriwayatkan ; Sa'id bin Abd al-Aziz mengabarkan kepadaku, bersama Ibnu Jabir dan lainnya :

Bahwa Bilal tidak mengumandangkan adzan untuk siapa pun setelah Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, dan hendak berjihad ; Abu Bakar hendak menahannya darinya.

Beliau berkata : "Jika engkau memerdekakanku karena Allah, bebaskanlah jalanku."

Ia berkata : beliau berada di Syam, hingga Umar datang ke al-Jabiyah ; kaum muslimin meminta Umar agar meminta Bilal mengumandangkan adzan bagi mereka.

Umar memintanya kepadanya ; beliau mengumandangkan adzan satu hari ; tidak pernah terlihat hari di mana beliau lebih banyak menangis daripada hari itu, karena mengingat Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam.

Al-Walid berkata : dan kami melihat bahwa adzan penduduk Syam, sejak hari itu, berasal dari adzannya.

Hisyam bin Sa'ad : dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, yang berkata :

Kami tiba di Syam bersama Umar ; Bilal mengumandangkan adzan ; penduduk teringat Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, dan aku tidak melihat hari di mana manusia lebih banyak menangis.

Abu Ahmad al-Hakim : Muhammad bin al-Faid mengabarkan, di Damaskus ; Abu Ishaq Ibrahim bin Muhammad bin Sulaiman bin Abi ad-Darda meriwayatkan kepada kami ; ayahku menceritakan kepadaku, dari kakekku Sulaiman, dari Umm ad-Darda, dari Abu ad-Darda, yang berkata :

Ketika Umar masuk ke Syam, Bilal meminta agar beliau meneguhkannya dalam jabatannya, dan beliau melakukannya.

Abu ad-Darda berkata : "Dan saudaraku adalah Abu Ruhairah, yang antara dirinya dan diriku Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, telah mempersaudarakan" ; beliau menetap di Darayya, di wilayah Haulan ; beliau dan saudaranya datang kepada satu kabilah dari Haulan, dan berkata :

"Kami datang kepadamu sebagai pelamar ; kami dahulu kafir dan Allah memberi kami petunjuk, hamba sahaya dan Allah memerdekakan kami, miskin dan Allah memberi kami kekayaan : jika kalian menikahkan kami, segala puji bagi Allah ; jika kalian menolak kami, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan Allah."

Mereka menikahkan mereka.

Kemudian Bilal melihat Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, dalam mimpi, yang bersabda : "Apa ini jauhnya, wahai Bilal ? Bukankah sudah waktunya engkau menjengukku ?"

Beliau terbangun dengan sedih, menunggangi kendaraannya, menuju Madinah, datang ke makam Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu menangis di dekatnya, mengusapkan wajahnya kepadanya ; al-Hasan dan al-Husain datang ; beliau mulai mendekap dan mencium keduanya.

Keduanya berkata kepadanya : "Wahai Bilal, kami ingin mendengar adzanmu."

Beliau melakukannya : beliau naik ke atas atap dan berdiri.

Ketika beliau mengucapkan : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Madinah berguncang.

Ketika beliau mengucapkan : aku bersaksi bahwa la ilaha illallah, guncangannya semakin kuat.

Ketika beliau mengucapkan : aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul Allah, para wanita yang sudah balig keluar dari kamar-kamar mereka.

Mereka berkata : "Rasulullah telah dibangkitkan."

Tidak pernah terlihat di Madinah, setelah Rasulullah, shallallahu 'alaihi wa sallam, hari di mana lebih banyak lelaki dan wanita menangis daripada hari itu.

Sanadnya lemah, dan ini ganjil.

Qutaibah : al-Laits meriwayatkan kepada kami, dari Yahya bin Sa'id, yang berkata :

Umar menyebutkan keutamaan Abu Bakar,

dan mulai menggambarkan keutamaan-keutamaannya.

Kemudian ia berkata : "Dan ini pemimpin kami Bilal : satu keutamaan di antara keutamaan-keutamaannya."

Abu Hisyam ar-Rifa'i : Ibnu Fudhail meriwayatkan kepada kami ; Ismail meriwayatkan, dari Qais, yang berkata :

Sampai kepada Bilal bahwa sebagian orang mengutamakannya atas Abu Bakar ; beliau berkata : "Bagaimana mereka mengutamakan aku atasnya : aku hanyalah satu keutamaan di antara keutamaan-keutamaannya !"

Al-Waqidi : Sa'id bin Abd al-Aziz meriwayatkan kepada kami, dari Makhul, yang berkata :

Orang yang pernah melihat Bilal menceritakan kepadaku : "Seorang lelaki berkulit cokelat gelap, sangat gelap, kurus, tinggi, berhidung pesek, berambut lebat, dengan tulang pipi yang menonjol sedikit, dengan banyak bintik putih ; dan warnanya tidak berubah."

Dikatakan : Bilal adalah qhinas Abu Bakar (orang yang makan bersama keluarganya).

Sa'id bin Abd al-Aziz berkata : ketika Bilal berada di sakaratul maut, beliau berkata :

Besok kami akan berjumpa para kekasih
Muhammad dan golongannya

Dariasyirikan bahwa istrinya berkata : "Aduh celakanya aku !"

Beliau berkata : "Sebaliknya : bergembiralah engkau."

Muhammad bin Ibrahim at-Taimi, Ibnu Ishaq, Abu Umar ad-Darir dan sekelompok orang berkata :

Wafatnya Bilal bin Rabah

Bilal wafat pada tahun dua puluh, di Damaskus.

Al-Waqidi berkata : beliau dimakamkan di Bab ash-Shaghir, dan usianya tujuh puluh tahun.

Ali bin Abdullah at-Tamimi berkata : beliau dimakamkan di Bab Kisan.

Ibnu Zaid berkata : beliau diusung dari Darayya dan dimakamkan di Bab Kisan.

Dikatakan : beliau wafat pada tahun [...]

Autres orthographes - Bilal ibn Rabah

Siyar A’lam an-Noubala

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 21 Jumadil Awal
الاثنين 21 جمادى الأولى
التربيع الأخير Kuartal Terakhir Hari 22.2 / 29.5
Iluminasi 50%
Bulan baru dalam 7 hari
اللهم صل على محمد Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi