Apa arti Al-aḥtras?

Islam > Glosarium > Al-aḥtras

Arti istilah Al-aḥtras (احتراس) dalam glosarium Islam.

Daftar isi :

Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05

📖 2 menit baca

Definisi Al-aḥtras

Al-aḥtras selon Kitab at-Ta'rifat (Al-Jurjani)

Ia adalah menambahkan, dalam suatu ujaran yang mungkin mengisyaratkan lawan dari tujuan, apa yang menolak sangkaan itu ; artinya membawa apa yang menghilangkan dugaan itu, seperti dalam firman Yang Maha Tinggi : « fa-saufa ya'ti Allahu bi-qaumin yuhibbuhum wa-yuhibbunahu, adzillatin 'alal-mu'minina, a'izzatin 'alal-kafirin » (Allah akan datangkan suatu kaum yang Dia cintai mereka dan mereka cintai Dia, rendah hati terhadap orang mukmin, gagah terhadap orang kafir). Jika Yang Maha Tinggi cukup dengan mendeskripsikan mereka rendah hati terhadap orang mukmin, dapat dipahami bahwa itu karena kelemahan mereka, yang merupakan lawan dari tujuan ; maka Dia tambahkan, sebagai penggenap : « gagah terhadap orang kafir ».

Al-aḥtras selon Mufradat (Ar-Raghib)

Ia adalah menambahkan, dalam suatu ujaran yang mungkin mengisyaratkan lawan dari tujuan, apa yang menolak sangkaan itu, seperti : « la yahtimannakum Sulaimanu wa-junuduhu wa-hum la yasy'urun » (Sulaiman dan tentaranya tidak akan menghancurkan kalian, sedang mereka tidak mengetahui).

Al-aḥtras selon Dustur al-'Ulama (Al-Ahmadnagari)

Ia adalah menambahkan, dalam suatu ujaran yang mungkin mengisyaratkan lawan dari tujuan, apa yang menolak sangkaan itu, artinya membawa apa yang menghilangkan dugaan itu, seperti dalam firman Yang Maha Tinggi : « fa-saufa ya'ti llahu bi-qaumin yuhibbuhum wa-yuhibbunahu adzillatin 'alal-mu'minina a'izzatin 'alal-kafirin ». Jika Yang Maha Tinggi cukup dengan mendeskripsikan mereka rendah hati terhadap orang mukmin, dapat dipahami bahwa itu karena kelemahan mereka, yang merupakan lawan dari tujuan ; maka Dia tambahkan, sebagai penggenap : « gagah terhadap orang kafir ».

Al-aḥtras selon Mu'jam al-Mustalahat al-Fiqhiyya

Menambahkan, dalam suatu ujaran yang mungkin mengisyaratkan lawan dari yang dituju, apa yang menolak sangkaan itu. (at-Tauqif 'ala muhimmat at-ta'rif, hlm. 39).

Al-aḥtras selon Maqalid al-'Ulum (As-Suyuti)

Serupa dengan yang mendahuluinya.

Al-aḥtras selon At-Tawqif (Al-Munawi)

Menambahkan, dalam suatu ujaran yang mungkin mengisyaratkan lawan dari yang dituju, apa yang menolak sangkaan itu (lihat at-Ta'rifat, hlm. 12).

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 21 Jumadil Awal
الاثنين 21 جمادى الأولى
أحدب متناقص Cembung Akhir Hari 21.9 / 29.5
Iluminasi 52%
Bulan baru dalam 8 hari
الحمد لله Segala puji bagi Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi